Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

100 Guru dan Kepala Sekolah Ikuti Pelatihan BMR di Kecamatan Langgam

Peserta berfoto seusai Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Mata Pelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau (BMR) yang digelar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tambak di Gedung Serbaguna SD IT Dareh Hikmah, Sabtu (10/5/2025).

MetroMadani, Pelalawan – Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari guru mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) dan kepala sekolah SD/MI se-Kecamatan Langgam mengikuti Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Muatan Lokal BMR, yang digelar pada Sabtu, (10/5/2025), di Gedung Serbaguna SD IT Dareh Hikmah, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Kegiatan ini dibuka oleh Umar, S.Pd, selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Langgam, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Pariwisata Kabupaten Pelalawan. Dalam sambutannya, Umar menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui dunia pendidikan.

“Pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen kita dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya Melayu kepada generasi muda, khususnya melalui pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

TERKAIT:  Bertemu Bupati Rezita, PGRI Inhu Bahas Peringatan HUT ke 77

Pelatihan ini ditaja oleh Toko Buku Mandiri bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langgam, dan menghadirkan dua narasumber utama yang kompeten di bidangnya.

Narasumber pertama, Jefri Al Malay, Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, memaparkan materi terkait landasan hukum penerapan BMR di Provinsi Riau. Ia menjelaskan bahwa penerapan mata pelajaran ini memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur, hingga regulasi di tingkat kabupaten.

“Dengan payung hukum yang jelas, BMR bukan hanya pilihan, tapi kewajiban. Pendidikan berbasis budaya adalah benteng pertahanan kita dari pengaruh budaya luar yang tak selaras dengan nilai-nilai lokal,” tegas Jefri.

TERKAIT:  Ponpes Nahdlatul Ulum Lepas Puluhan Santri

Sementara itu, narasumber kedua, Derichard H. Putra, penulis buku Muatan Lokal Budaya Melayu Riau untuk jenjang SD hingga SMA/SMK/MA, menyampaikan materi mengenai strategi penyusunan pembelajaran BMR yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa. Ia juga mengajak para guru untuk lebih kreatif dan empatik dalam mengajar budaya.

“Budaya tidak hanya disampaikan lewat materi ajar, tetapi lewat rasa. Guru harus mampu menjadikan pelajaran budaya sebagai pengalaman yang menyenangkan dan menyentuh hati siswa,” ujar Derichard H. Putra.

Kegiatan pelatihan ini ditutup secara resmi oleh perwakilan K3S Kecamatan Langgam, yang menyampaikan harapan agar para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing. Pelatihan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka melalui pendekatan budaya lokal serta meningkatkan kualitas pembelajaran yang berakar pada nilai-nilai Melayu Riau.

Settia