Pekanbaru, MetroMadani — Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Provinsi Riau sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Bimbingan Teknis pada 19–20 Juni 2025 di Hotel Alpha, Jalan Harapan Raya, Pekanbaru. Kegiatan strategis ini diikuti oleh para pengawas madrasah dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau termasuk pengawas dari Kota Pekanbaru seperti Ariadi, Elfianti, dan Sabariah.
Raker dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Dr H Jisman MA, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pengawas dalam mendampingi perubahan kurikulum dan menjaga kualitas pembelajaran di madrasah.
“Pengawas madrasah hari ini bukan hanya pengontrol administratif, tetapi juga katalisator perubahan. Kita bertugas mengawal nilai, bukan sekadar prosedur,” tegas Jisman.

Hasilkan Tiga Program Strategis Jangka Pendek
Rapat kerja ini berhasil merumuskan tiga rekomendasi utama sebagai tindak lanjut penguatan pengawasan dan implementasi kurikulum madrasah. Ketiga rekomenasi tersebut adalah:
- Pendampingan percepatan validasi Kurikulum Madrasah (KM) di semua jenjang, dengan tenggat waktu paling lambat 4 Juli 2025.
- Penyempurnaan dan pengembangan Anggaran Rumah Tangga (ART) Organisasi, meliputi keanggotaan, keuangan, sosial, dan pelatihan.
- Fasilitasi sosialisasi dan bimtek isu-isu kependidikan terkini untuk pengawas, kepala madrasah, dan guru, dengan melibatkan pakar-pakar nasional dalam pengembangan Kurikulum Madrasah.
Dalam rangkaian kegiatan raker, diselenggarakan pula Bimtek Penyusunan Kurikulum Madrasah yang memuat tiga komponen nilai strategis yaitu Moderasi Beragama, Pendidikan Antikorupsi, dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Muhammad Shofar Sholahuddin, anggota Tim Inti Pengembangan Kurikulum Kemenag RI, yang menyampaikan materi secara blended learning.
“Kurikulum Berbasis Cinta berarti menghadirkan pembelajaran yang memanusiakan. Madrasah adalah tempat membangun cinta pada ilmu, sesama, bangsa, dan nilai-nilai spiritual,” jelas Shofar dengan penuh semangat.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi Pokjawas Madrasah Riau yang didukung oleh Penerbit Narawita. Kerja sama ini menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan madrasah yang progresif dan berbasis nilai.
Ketua Pokjawas Madrasah Riau, Sawir Hasbi SAg MKom, menyampaikan bahwa raker ini adalah momentum strategis dalam membangun arah kerja bersama untuk madrasah yang unggul, moderat, dan adaptif.
“Kami ingin pengawas menjadi penggerak, bukan pelengkap. Kita harus hadir dengan visi, literasi, dan semangat perubahan,” ujar Sawir.
Acara ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk mengawal proses validasi kurikulum, mengembangkan kapasitas pengawas, dan menyebarkan semangat moderasi dalam setiap aspek pembelajaran.
Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, Raker Pokjawas Madrasah Riau 2025 menjadi tonggak penting menuju masa depan madrasah yang Maju, Bermutu, dan Mendunia.













