Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

Guru MAN I Kuansing Jadi Pemandu ISOE 3

Guru MAN I Kuansing Seprion SAg MPd menjadi pemandu International Symposium on Education (ISOE) ke-3 di MAN 2 Banyumas, 28-29 November 2022/foto: ist

TELUKKUANTAN, MetroMadani – Guru Bahasa Arab dan Inggris MAN I Kuansing Seprion SAg MPd kembali menjadi pemandu acara dalam International Symposium on Education (ISOE) ke-3 yang diadakan di MAN 2 Banyumas, 28-29 November 2022.

Seprion MPd yang juga koordinator Bahasa Internasional GTK Madrasah Berbagi Kementerian Agama RI itu sudah ketiga kalinya sebagai pemandu ISOE.

“Ini sudah ketiga kalinya. Alhamdulilah saya masih dipercaya sebagai pemandu ISOE ke-3,” kata Seprion kepada Pekanbaru Pos, Kamis (1/12) di Telukkuantan.

Dijelaskan Seprion, acara simposium ini sebenarnya digelar secara online bagi guru-guru madrasah se Indonesia. Namun pelaksana acaranya digelar di dua titik, yaitu MAN 2 Banyumas Jawa Tengah dan MAN 1 Bojonegoro Jawa Timur.

TERKAIT:  Satgas PANTAS Tangani 400-an Anak Putus Sekolah di Pekanbaru

“Jadi guru-guru di wilayah barat Jawa di Banyumas Jawa Tengah, sementara di wilayah timur di Bojonegoro Jawa Timur,” katanya.

Kegiatan ISOE katanya, diinisiasi oleh Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI ini sudah diadakan 3 kali. Kali pertama pada bulan November 2021, kali kedua pada bulan Mei 2022, dan saat ini kali ketiga pada bulan November 2022.

“Seperti biasa, saya sebagai pemandu khususnya bagi pembicara yang berbahasa Arab dan Inggris,” katanya.

Dikatakan Seprion, panitia ISOE 1 menggunakan zoom meeting untuk interaksi online bersama speaker dan peserta simposium. Pada ISOE 2 mengkombinasikan zoom meeting dengan penampilan metaverse.

“Sedangkan pada ISOE ke 3 ini sepenuhnya menggunakan ruangan metaverse madrasah, dan tidak lagi menggunakan zoom meeting,” katanya.

TERKAIT:  SMPN 10 Tapung Terima Bantuan Desa

Di samping itu tuturnya, guru-guru madrasah yang tidak tergabung di ruangan metaverse dapat mengakses kegiatan sepenuhnya dalam tayangan LIVE Youtube.

Kasubdit Bina GTK MI dan MTs, Dr Ainurrafiq MAg menyampaikan bahwa apa yang sedang dilakukan dalam kegiatan ISOE 3 ini adalah satu langkah dimulainya peradaban teknologi baru di bidang pendidikan.

“Di mana kita sudah melangkah ke dunia maya yang lebih real, menggunakan metaverse,” katanya.

Guru madrasah yang belum bisa menikmati dunia metaverse dalam acara ISOE ini, tentu disebabkan karena belum adanya peralatan yang dibutuhkan dalam pengoperasiannya, seperti VR box untuk berinteraksi 3 dimensi bersama peserta lain di dalam ruangan.

“Karena sesungguhnya dunia metaverse itu alatnya bukan laptop atau computer, apalagi HP,” katanya.

TERKAIT:  Hebat! Siswi SMPN 10 Tapung Rebut Emas Kejuaraan Dunia

Ke depan, ia berharap guru-guru madrasah di Indonesia akan semakin familiar dengan dunia metaverse ini, sehingga pembelajaran jarak jauh dapat lebih efektif dan menarik.

“Seakan-akan sedang berinteraksi secara langsung,” ungkapnya.(cil)

Settia