Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

BBM Kosong, Masyarakat Mengaku Mulai Kelimpungan

Ilustrasi kenaikan BBM/foto: ist

RENGAT, MetroMadani – Warga masyarakat di tiga Desa di Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengaku klimpungan (kualahan) dalam memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) baik itu jenis solar maupun bensin (pertalite). Akibatnya, mereka terpaksa mengurungkan niat beraktivitas yang menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

Ketiga Desa yang saat ini tengah dilanda krisis BBM tersebut diantaranya, Desa Kerubung Jaya, Pematang Manggis dan juga Desa Talang Bersemi.

Krisis BBM di sejumlah Desa ini entah apa yang sedang terjadi, apakah BBM di SPBU sedang kosong atau memang dampak dari sistem yang diterapkan oleh pemerintah dalam membatasi pembelian BBM bersubsidi di SPBU menggunakan Derigen oleh masyarakat.

TERKAIT:  Agar Tak Terjadi Kegaduhan, Dinsos Diminta Perbaiki Data KPM Subsidi BBM

“Masyarakat sudah banyak yang kebingungan karena langkanya BBM. Bahkan ada yang terancam tidak dapat beraktivitas memanen buah kelapa sawit. Karena sepeda motor mereka butuh bensin untuk menunju kebun mereka,” keluh salah seorang warga Kerubung Jaya, Jembrak, Rabu (14/9/2022).

Menurut Jembrak, jika kondisi seperti ini terus berlanjut, maka dikhawatirkan roda perekonomian masyarakat akan mampet. ,” mau aktifitas kemanapun bisa bisa naik sepeda ontel seperti waktu lampau dulu,” ujarnya.

Sambung Jembrak, sejumlah warung yang biasa menjual BBM mulai dari Desa Kerubung Jaya, Pematang Manggis hingga Desa Talang Bersemi mulai “zonk” alias kosong.

“Para pelaku usaha Peron kelapa sawit dan KUD juga merasakan dampak dari kelangkaan Solar. Armada mereka tidak beroperasi untuk mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Jika kelangkaan BBM seperti ini berlangsung lama, kami khawatir ekonomi masyarakat juga merosot,” tutup Jembrak .(har/btr)

Settia