(Menanggapi Kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah)
Oleh:
Amirullah Syahruddin (eks Penyuluh Budaya Kemendikbud Ristek RI)
BELAKANGAN Muncul diskusi mengenai rencana untuk mengembalikan sistem pendidikan ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bagi saya, ini adalah langkah yang sangat tepat. KTSP memungkinkan sekolah dan guru menyesuaikan materi ajar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa serta lingkungan mereka. Dalam hal ini, KTSP memberikan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan kita.
Mengembalikan Ujian Nasional untuk Menantang dan Memotivasi Siswa
Mengembalikan Ujian Nasional (UN) adalah hal yang layak dipertimbangkan. UN, bila diterapkan dengan baik, bisa menjadi tantangan yang membangun semangat belajar siswa. Sistem ini dapat membantu siswa memiliki target yang jelas dan memupuk rasa tanggung jawab untuk naik kelas dan lulus. Tentu saja, penerapan UN bisa lebih adaptif dengan teknologi, sehingga tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga kemampuan literasi dan numerasi secara lebih komprehensif. Dengan ujian berbasis teknologi, tantangan ini menjadi semakin relevan di era digital.
Penghapusan Sistem Zonasi untuk Memberi Kesempatan yang Lebih Luas
Sistem zonasi, meski dengan tujuan pemerataan, ternyata membatasi banyak siswa untuk mengakses sekolah yang sesuai dengan kemampuan mereka. Menghapus sistem ini dan mengembalikan sekolah unggulan adalah solusi yang baik, agar setiap siswa dapat memilih sekolah yang bisa mengoptimalkan potensi akademis mereka. Dengan kembali membuka sekolah unggulan, semua anak akan memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan diri di lingkungan belajar yang tepat.
Menghapus Full Day School untuk Efektivitas Belajar
Full day school telah terbukti menimbulkan kelelahan pada siswa dan guru. Hal ini membuat efektivitas pembelajaran menurun karena mereka sudah lelah saat siang hari tiba. Dengan mengurangi durasi belajar di sekolah, diharapkan siswa dapat kembali belajar secara produktif dan guru pun memiliki cukup waktu untuk persiapan materi pengajaran yang lebih berkualitas.
Secara keseluruhan, kebijakan-kebijakan yang lebih adaptif, seperti mengembalikan KTSP, UN, dan sekolah unggulan, serta menghapus zonasi dan full day school, bisa menjadi jalan untuk memperbaiki pendidikan dasar dan menengah kita.







