Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

Google Doodle Hari Ini: Raja Ali Haji, Bapak Bahasa Indonesia dan Penulis Gurindam Duabelas

Google Doodle menayangkan Raja Ali Haji Hari Ini Sabtu (5/10/2022)/foto: google doodle

JAKARTA, MetroMadani – Google doodle hari ini Sabtu (5/11/2022), menayangkan Raja Ali Haji. Pahlawan nasional yang dinobatkan pada 5 November 2014 itu merupakan tokoh penyusunan dasar-dasar tata bahasa Melayu “Kitab Pengetahuan Bahasa” yang kelak menjadi bahasa Indonesia. Ia kemudian digelari bapak Bahasa Indonesia.

Dalam rangka mengenang Raja Ali Haji, Google Doodle mempersembahkan sosoknya dalam balutan gambar yang sesuai dengan sepak terjangnya.

Raja Ali Haji juga seorang ulama, ahli sejarah, guru, peneliti, penulis, pujangga, dan penyair besar yang lahir pada 1808 M di pusat Kesulthanan Riau-Lingga Pulau Penyengat. Puluhan karyanya mampu memberi pengetahuan tentang nilai keagamaan, pendidikan karakter, sejarah, dan budi pekerti. Salah satu maha kayarnya adalah Gurindam Duabelas.

Raja Ali Haji mempunyai nama lengkap Raja Ali al-Hajj Ibni Raja Haji Fisabilillah bin Opu Daeng Celak alias Engku Haji Ali Ibni Engku Haji Ahmad.

TERKAIT:  Wajib Tahu, Inilah Calon Pahlawan Nasional Baru dari Riau Tahun 2022

Raja Ali Haji keturunan Bugis dan Melayu. Ia cucu dari Raja Ali Haji Fisabilillah, pahlawan nasional dari Kepulauan Riau. Sebagai putra Raja Ahmad dan Encik Hamidah binti Panglima Malik Selangor, Raja Ali Haji mendapat pendidikan pertamanya dari lingkungan istana Kesultanan Riau-Lingga di Pulau Penyengat. Hingga pada 1822, saat bepergian bersama dengan rombongan ayahnya ke Betawi, Raja Ali Haji turut mendapat pendidikan dari luar lingkungan kesultanan.

Sosok Raja Ali Haji terkenal sebagai orang pertama yang mencatat dasar-dasar tata bahasa Melayu melalui buku Pedoman Bahasa. Dari sana, bahasa Melayu kemudian dijadikan cikal bakal bahasa Indonesia melalui Kongres Pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928.

TERKAIT:  2 Tokoh Riau Gagal Jadi Pahlawan Nasional

Kitab Pengetahuan Bahasa berisi tentang kamus Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga, kamus ekabahasa Melayu pertama di Nusantara. Sementara itu, karya Raja Ali Haji paling tersohor adalah Gurindam Dua Belas, puisi Melayu lama dengan ciri khas istilah tasawuf, kata-kata kiasan, dan metafora.

Raja Ali Haji menciptakan Gurindam Dua Belas di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, pada 1974, saat berusia 38 tahun. Pembuatan karya sastra ini dilatarbelakangi konflik internal kerajaan dan tekanan penjajah pada Kesultanan Riau-Lingga. Tujuannya, agar nilai-nilai keislaman tidak terkikis oleh konflik internal dan eksternal yang terjadi pada masyarakat Melayu saat itu. Gurindam Dua Belas kemudian diterbitkan oleh Belanda pada 1953.

Raja Ali Haji tutup usia pada 1873 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Jenazahnya kemudian disemayamkan di Kompleks Pemakaman Engku Putri Raja Hamidah.

TERKAIT:  Selain Mahmud Marzuki, Riau juga Usulkan Marhum Pekan Menjadi Pahlawan Nasional

Guna mengenang karya sastranya, Gurindam Dua Belas diabadikan sepanjang dinding bangunan makan Raja Ali Haji.

Selain Gurindam Dua Belas, Raja Ali Haji menghasilkan karya tersohor lain, termasuk:

  1. Bustan al-Kathibin (1857),
  2. Kitab Pengetahuan Bahasa (1850-an),
  3. Intizam Waza’if al-Malik (1857),
  4. Thamarat al-Mahammah (1857).
Settia