KAMPAR, MetroMadani – Pengusulan Mahmud Marzuki menjadi Pahlawan Nasional terus digesa oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Daerah (TP2GD). Terakhir, tim ini telah menyerahkan naskah perjuangan Mahmud Marzuki ke Kemensos RI di Jakarta dan mendampingi Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP), yang diwakili Prof Usep, melakukan verifikasi lapangan di Kampar.
”Alhamdulillah, semoga diijabah Allah Swt., Mahmud Marzuki menjadi Pahlawan Nasional. Kami di bawah komando Pak Prof Yusri Munaf sangat bersyukur telah berhasil melewati berbagai perjuangan dari pengumpulan data hingga turunnya tim verifikator pusat ke Kampar,” ujar anggota TP2GD Kampar, Dr Khairil Anwar, kemarin (Rabu/8/2022).

Tim TP2GD Kampar juga sudah bertemu dengan Pj Bupati Kampar Dr Kamsol, TP2GD Provinsi Riau, Kadis Sosial Provinsi, dan Gubernur Riau untuk melaporkan hasil verifikasi TP2GP.
Dr Khairil Anwar menambahkan, sejumlah tokoh sangat mendukung Mahmud Marzuki menjadi pahlawan Nasional, seperti Kadis Sosial Kampar dan Provinsi Riau, sejarawan Prof Suwardi, ketua TP2GD Riau Prof Dr Yusri Munaf, ketua TP2GD Kampar Drs Rustam Efendi MSi, sekretaris TP2GD Riau, anggota TP2GD Kampar Nursal SH dan Noprizal MA, tokoh Kampar Hj Rosnaniar yang juga mantan anggota DPR RI, Ali Munir Asani dosen senior UIN Suska Riau, dan Asisten 1 Setdaprov Riau Masrul Kasmi, serta almarhum Datuk Azaly Johan.
”Tentu yang paling menentukan juga adalah Datuk Dr A Latif Hasyim dari Kampar sendiri sebagai sejarawan dan budayawan Kampar,” jelas penggiat budaya ini.
Dikatakan Khairil, Mahmud Marzuki lahir di Kumantan, Bangkinang tahun 1911. Ayahnya bernama Pakih Rajo, dan ibu Hainah. Mahmud Marzuki wafat di Bangkinang pada 5 Agustus 1946 dan dimakamkan di Bangkinang.
”Semasa hidupnya, Ia aktif dalam kegiatan organisasi, seperti Muhammadiyah di Kampar dan Sumatera Barat (Sumatera Tengah),” tambah dosoen UIN Suska Riau ini.

Fakta historis, lanjutnya, pengaruh Mahmud Marzuki dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia secara nasional, yang telah dinarasikan secara singkat, dapat diambil kesimpulan bahwa Mahmud Marzuki adalah salah seorang tokoh yang berjuang tanpa henti hingga gugur dalam penederitaan dan penyiksaan penjajah demi merebut kemerdekaan dari tangan penjajah yang menginginkan Indonesia merdeka seutuhnya.
”Beliau berjuang atas nama Indonesia. Beliau kibarkan bendera merah putih dengan kesatria dihadapan tentara penjajah yang bersenjata lengkap, dalam rangka mendukung kemerdekaan yang diproklamirkan Soekarno-Hatta di Jakarta,” jelasnya.
Disamping berjuang secara fisik dan militer, Mahmud Marzuki juga berjuang dalam wilayah pendidikan. Perguruan Muallimin yang didirikannya, telah terbukti mencerdaskan kehidupan bangsa. Perguruan ini tumbuh seriring dengan pertumbuhan Indonesia menjadi bangsa yang bermarwah yang melahirkan banyak tokoh.
”Dedikasi dan binaan Mahmud Marzuki telah melahirkan sebuah pasukan berani mati untuk Indonesia Merdeka. Mahmud Marzuki telah mendirikan Pasukan Hizbullah dan Pasukan Harimau Kampar yang siap membela Indonesia sampai tetes darah penghabisan. Pasukkan inilah menjadi jaminan terlaksananya KTN dan PDRI di Kampar,” ungkapnya.
Dua peristiwa ini, lanjut Khairil, adalah menyangkut keberadaan Indonesia untuk selama lamanya, sementara KTN adalah perundingan gencatan senjata dengan penjajah. PDRI adalah eksistensi Indonesia adalah negara merdeka yang diakui oleh dunia internasional. (bus)











