Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

Diganti Sepihak, Pengurus Masjid Bakal Tempuh Jalur Hukum

PEKANBARU, MetroMadani – Sejumlah pengurus Masjid Nurikhlas Perumahan Mutiara Panam Regency (MPR) di RT 03 RW 08 Kelurahan Tuahmadani, Kecamatan Tuah Madani bakal melakukan upaya gugatan hukum terhadap SK pergantian pengurus secara sepihak yang dibuat ketua pengurus masjid tanpa ada konfirmasi dan musyawarah dengan seluruh jamaah.

SK yang dikeluarkan Lurah Tuahmadani tersebut baru berumur delapan bulan untuk periode 2023-2026, tapi dengan alasan yang tak jelas, ketua pengurus masjid setempat mengganti sejumlah pengurus yang dianggap berseberangan dengannya, seperti posisi bendahara, wakil ketua dan pengurus lain tanpa adanya musyawarah.

‘’Ini kami tak bisa terima Pak, apa salah kami sehingga ketua pengurus masjid dengan secara sepihak merubah SK ini, mengganti kami-kami yang dianggap bukan pihak ketua ini. Apakah ini imbas pemilihan RT sebelumnya dan menurut saya itu sudah berlalu dan saya pihak yang kalah legowo menerima hasil dan sudah dilantik RT kami yang baru, Pak,’’ ujar Bendahara masjid yang diberhentikan, Andre yang didampingi Wakil Ketua Kharul dan pengurus lainnya dalam keterangan persnya, kemarin.


Andre menduga dan telah mendapatkan berbagai informasi bahwa pergantian pengurus secara sepihak ini dilakukan ketua pengurus imbas dari dinamika pemilihan RT beberapa bulan lalu, sebab dirinya calon RT yang tidak didukung oleh ketua pengurus masjid sendiri.

‘’Ini saya yang heran, Pak. Kan proses pemilihan dan pelantikan sudah selesai, tahu-tahu menjelang bulan puasa diawali dengan pembentukan panitia Ramadan saya dan sejumlah teman-teman pengurus tak dilibatkan lagi. Terakhir saya justru dituduh merusak micropon masjid dan pada malam ketiga Ramadan sempat terjadi keributan dalam masjid,’’ jelas Andre.

Andre mengaku malu mengenang dan sempat pula direkam jamaah pada malam ketiga itu. Ia melihat ada ada oknum pemuda setempat yang berkata kasar dalam rumah ibadah malam itu kepada dirinya dan pengurus lain. Padahal ini, lanjutnya, soal sepele yang tak perlu dibesar besarkan.

‘’Membuka ke public saja sebenarnya kita inimalu Pak. Tapi bagaimana lagi, ini sudah lama, namun terus kami coba mencari jalan keluar, mulai dari lapor ke tingkat RT dan RW, pemuka masyarakat setempat hingga ke lurah yang keluarkan SK kami. Justru kami mendengar pernyataan yang menyakitkan, biar saja nanti selesai sendiri tu masalahnya. Selesai yang bagaimana, Pak. Ini masalah harga diri saya dan sejumlah kawan-kawan,’’ tambah Khaorul.

Pihaknya menyadari betul menjadi pengurus ini karena keikhlasan dan mengharap ganjaran pahala dari Allah SWT, tapi yang dilakukan ketua pengurus dan sejumlah oknum aparat setempat, pihaknya merasa dipermalukan didepan jamaah dan masyarakat setempat dan fitnah terhadap dirinya berseliweran kemana mana.

‘’Kesannya kami ini memiliki kepentingan-kepentingan tertentu dalam masjid ini, kemudian ada uang masjid yang kami selewengkan, ada kasus asusila kami, moral kami yang tak benar umpamanya, sehingga kami diberlakukan begini,’’ kesal Khairul.

Buktinya, tambah Khairul saat pemilihan RT itu, Andre memperoleh suara 60, lawannya ini 70 suara, itu pun Andre tidak kampanye dan biasa saja. Artinya masyarakat atau jamaah masih fifty fifty. ”Mereka semua lakukan berbagai upaya agar memenangi pemilihan rt ini pak, bahkan terkesan semua terkondisi,” lanjut Khairul.

Bahkan, pasca Lebaran lalu sejumlah pengurus mendatangi Andre dengan dalih silaturrahmi Lebaran tapi intinya kedatangan sejumlah pengurus ini justru minta semua asset dan IMB serta laporan keaungan masjid diserahkan, sebab sekarang sudah ada pengurus yang baru, sehingga membuat pihaknya betul betul kaget.

‘’Saya tidak ada maksud menahan, Pak. Ini yang punya jamaah dan semua warga. Saya khawatir saja dengan ngototnya sejumlah pengurus ini minta seperti itu, takutnya nanti disalahgunakan. Jamaah yang tahunya saya yang pegang dan harus bertanggungjawab. Okelah ini nanti saya serahkan, tapi harus jelas hitam diatas putih dan penyerahan ini mesti disaksikan seluruh jamaah, aparatur setempat layaknya serah terima kepengurusan la Pak secara terbuka,’’ urai Andre lagi.

Dengan telah dihubungi berbagai pihak oleh pengurus yang diberhentikan sepihak ini, dengan maksud agar masalah ini diselesaikan secara musyawarah mufakat dengan duduk bersama, tapi tidak menemukan jalan keluar untuk kedua belah pihak, maka pihaknya bakal menjajaki untuk melaporkan dan menempuh jalur hukum ke berbagai aparat hukum.

‘’Keinginan kami hanya sederhana kepada aparat kelurahan dan aparatur lainnya, Pak. Selesaikan masalah ini dengan cara kita duduk bersama. Apa salah kami, kenapa kami diberlakukan semena-mena. Kami bukan haus jabatan, Pak. Semua kami disini sibuk dengan aktivitas dan kerjaan masing-masing, itu saja,’’ tambah Andre.(wan)

Settia