TAMBANG, MetroMadani – Meskipun berstatus sebagai anggota DPD RI aktif, namun tidak membuat Dr Misharti terpicu ambisius kekuasaan untuk harus menjadi kepala daerah yang harus berada di nomor satu untuk duduk sebagai eksekutif dilevel kabupaten.
Dr Misharti coba realistis dengan kondisi lapangan saat ini bahwa dirinya akan menjadi penyeimbang untuk menjala kepala daerah atau wakil kepala daerah tersebut.
“Kita mesti realistis ya bahwa di Kampar ini belum ada sejarahnya pimpinan eksekutif itu perempuan. Maka ini kita coba untuk posisi wakil, mudahan ke depan bakal banyak kiprah perempuan dalam perpolitikan di Kampar,” ujar Misharti saat menyerap aspirasi masyarakat Desa Kualu, Tambang, Selasa sore (6/8/2024).
Sebagai putri Kampar, Misharti juga mengaku sangat menghargai petata petiti adat Kampar, tigo tungku sajorangan yang mana seorang pemimpin itu adalah laki laki, disitu ada ulama, umarah dan niniok mamak.
“Semuanya harus seiring sejalan dalam membangun Kampar ini agar kelak berbagai kekurangan saat ini dapat kita benahi bersama,” ujar perempuan yang dikenal dengan jargon sijilbab ungu tersebut.
Untuk itu, dirinya mohon doa dan restu masyarakat Kampar bahwa dirinya akan maju lewat partai NasDem, PKB dan PDIP bersama Pj Sekda Kampar Ahmad Yuzar.
“Secepatnya kami akan lakukan deklarasi, cuman sekarang mencari waktu yang pas secara bersama sama dengan partai pengusung,” sebut putri mantan anggota DPD RI almh Dr Hj Maimanah Umar itu.
Saat ditanya kenapa harus ke Kampar, bukankah dirinya sebelumnya digadang gadang bakal berkompetisi menuju Wakil Walikota Pekanbaru, Misharti menjawab diplomatis.
“Saya ini anggota DPD RI milik semua masyakat Riau sebagai dapil saya. Hanya saja, itulah bedanya saya yang bukan orang partai bisa memilih dan mendengar aspirasi itu, ternyata banyak di Kampar sebagai tempat asal kami. Buktinya perolehan suara saya banyak di Kampar Pemilu lalu,” jelasnya.(buz)







