JAKARTA, MetroMadani – Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni mengatakan koalisi dan capres dari NasDem untuk Pemilu 2024 akan diumumkan pada 10 November mendatang. Pengumuman tersebut akan disampaikan langsung oleh Surya Paloh.
“Koalisi ya tanggal 10 November itu. Kan ada tiga nama nanti akan diumumin sama babe gue (Surya Paloh) November. Tanggalnya tunggu tanggalnya,” kata Sahroni Senin (26/9/2022) dikutip dari detik.com.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem Ahmad Ali mengungkapkan rencana koalisi dengan Partai Demokrat dan PKS semakin besar peluangnya. Kesamaan pandangan ketiga partai sudah mencapai 80%.
“Kita berusaha secepatnya (penentuan koalisi dan capres). Presentase, angkanya harusnya lebih besar. Dengan Demokrat, dengan PKS itu sudah sangat ya katakanlah sudah 80%. Untuk kita samakan pandangannya,” ungkap Ahmad Ali kepada wartawan usai Konsolidasi Kader NasDem Jelang Pemilu 2024 di Hotel Claro Makassar, Minggu (25/9/22).
Sementara itu, juru Bicara Partai Keadilan Sosial (PKS) M Kholid juga mengakui adanya kesepahaman dengan partai NasDem dan Demokrat. Menurutnya, sosok Anies menjadi kandidat capres yang bisa diterima ketiga partai.
“Kalau dari sisi capres, sosok Anies Baswedan menjadi yang terkuat dalam pembahasan meskipun tidak menutup pada pilihan yang lain,” sebut Kholid Kamis (22/9/2022).
Lebih lanjut, Kholid juga menyebut Anies menjadi sosok tanpa penolakan dari ketiga partai. Sedangkan dari PKS sendiri, walaupun Anies bukan kader tetapi memiliki sejarah kebersamaan sejak Pilkada DKI Jakarta lima tahun yang lalu.
“Bagi PKS, meskipun Anies bukan kader, tetapi Anies memiliki sejarah kebersamaan dengan PKS saat Pilkada DKI. Kader-kader PKS juga menerima sosok Anies,” ujarnya.
Hal yang sama juga terjadi di Partai Nasdem dan Partai Demokrat.
“Bagi Nasdem, Anies salah satu yang jelas diusung. Bagi Demokrat, sosok Anies juga tidak ada resistensi,” jelasnya.
Namun komunikasi politik ketiganya masih perlu dibicarakan lagi soal kandidat cawapres. Kholid mengungkapkan masing-masing parpol masih memiliki perbedaan pendapat.
PKS mendorong tiga nama untuk diusung yaitu mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mantan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.
“Tentu kami juga menghormati aspirasi Demokrat yang ajukan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), atau Nasdem yang ajukan Andika Perkasa atau Khofifah,” jelasnya.
Kholid juga menegaskan siapapun figur yang dipasangkan nantinya harus memiliki potensi kemenangan paling besar.
“Jadi masih dinamis. Kita ingin yang terbaik buat rakyat, yang paling potensial menang, yang paling punya kapasitas memimpin bangsa,” pungkasnya.
Diketahui, Nasdem beserta PKS dan Demokrat hingga saat ini belum mengumumkan kesepakatan koalisi dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. (adr)













