Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

Tak Terima Jalan Lingkungan Ditutup, Latip Akan Laporkan Ketua RT 01 Kepada Pihak yang Berwajib

Mobil milik Latip Kurniawan terlihat menabrak meja yang digunakan untuk menutup jalan di RT 01 RW 02/foto: ist

INHU, MetroMadani – Merasa tidak terima akses jalan lingkungan menuju rumahnya ditutup, Latip Kurniawan, warga Desa Kerubung Jaya Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) akan laporkan terkait penutupan jalan menuju kediamannya itu kepada pihak yang berwajib.

Pihaknya meminta pihak yang berwajib mengusut tuntas motip penutupan jalan ekstramigrasi yang dibangun sejak 1983 silam ini. Jalan ini terletak di jalur RT 01, RW 02 Desa Kerubung Jaya Kecamatan Batang Cenaku.

Latip Kurniawan kepada media ini mengungkapkan, sehari yang lalu, tepatnya, Sabtu 29 Oktober 2022 sekira pukul 16.00 WIB, dirinya didatangi oleh ketua RT 01 yang bernama Saimin.

Ketua RT itu menurut Latip datang dengan nada yang tidak sopan dan bernada tinggi yang berbahasa melarang Latip untuk memasukkan material untuk membangun rumah pribadinya.

“Setelah saya cek jalan tidak ada yang hancur. Saya menduga ada segelintir oknum masyarakat yang iri, ” ketus Latip, Ahad (30/10/2022).

TERKAIT:  Kampung Rantaubaru Banyak Lahirkan Ulama Besar

Padahal, kata Latip, dirinya sudah memperbaiki jalan serta melakukan pengeresan jalan berupa batu crokos dan membuat gorong gorong dengan dana pribadi di jalan yang dimaksud.

“Selain itu, dilingkungan ini sudah diadakan iuran bulanan untuk merawat jalan. Dan saya sudah bertahun tahun rutin membayar iuran itu. Kok saya masih diperlakukan seperti ini,” sesalnya.

Emosi Latip memuncak, tatkala dirinya sedang memasukkan sejumlah material bangunan berupa besi sebanyak 30 batang. Saat sejumlah material itu datang yang dibeli dari salah satu toko bangunan yang berada di Desa Kerubung Jaya, jalan ditutup mulai jalur satu dan juga persimpangan jalur 2 menuju rumahnya.

“Material itu tidak berat dan akan saya gunakan untuk membangun dapur,” ucap Latip.

Padahal, lanjut Latip, jalur yang dimaksud, hampir setiap hari kendaraan masyarakat setempat yang mengangkut TBS kelapa sawit sering lalu-lalang. Namun, mengapa ketika dirinya hanya membawa sejumlah material bangunan dan itupun tidak setiap hari justru dilarang oleh si ketua RT.

TERKAIT:  RT dan RW Tuahmadani Bertekad Antarkan Sadar 2024

Mantan kepala desa Kerubung Jaya ini, berharap adanya pembinaan dari pihak terkait, khususnya Pemdes Kerubung Jaya dan Upika Kecamatan Batang Cenaku. Sebab jika dibiarkan, Latip khawatir masyarakat diluar desa Kerubung Jaya akan timbul kecemburuan sosial antara desa tempatan dan desa ekstransmigrasi.

“Kalau mau ditutup dimusim hujan, semestinya harus ada yang menjaga. Si RT itu jangan asal main perintah tutup saja,” ujarnya.

Ketika nanti ada warga diluar desa Kerubung Jaya melintasi jalur yang dimaksud ada suatu kepentingan ternyata jalan itu ditutup, sambung Latip, maka dikhawatirkan akan menyulut emosi warga yang melintas di jalan ini. Karena jalan ini bukanlah jalan swadaya. Akan tetapi merupakan jalan ekstransmigrasi yang boleh dilalui oleh siapapun.

Ketika awak media ini bersama mantan Kades Kerubung Jaya ini hendak melakukan konfirmasi terkait hal itu kepada sejumlah masyarakat setempat, nampak sebuah meja dan kayu balok masih dilintangkan di jalan tersebut.

TERKAIT:  Warung Remang-remang Kubang Wajib Tutup

“Saya akan laporkan kejadian ini kepihak yang berwajib,” pungkas Latip.

Salah seorang warga, Suharto ditemui mengakui jika meja yang dipergunakan untuk menutup jalan merupakan meja miliknya. Dirinya juga merasa tidak bersalah karena hanya mengikuti instruksi dari Saimin selaku ketua RT 01.

“Kalau mau dilaporkan ya silahkan, kan saya hanya disuruh oleh pak RT,” ujar Suharto.

Ketua RT 01 Desa Kerubung Jaya, Saimin ketika hendak ditemui di kediamannya, yang bersangkutan sedang tidak berada dirumahnya dan pintu nampak sedang tertutup.

Sementara itu, Kades Kerubung Jaya,Zainal Abidin dihubungi ke nomor handphone miliknya, hingga berita ini dinaikkan belum dapat dikonfirmasi.(har)

Settia