Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

Rumah Mau Hancur, Tanggungjawab PUPR Riau Belum Ada

KAMPAR. MetroMadani – Pembangunan tol Pekanbaru-Rengat seksi 1 dikeluhkan warga Desa Karya Indah (DKI), Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Pasalnya, lalu lalang kendaraan di sekitar proyek mengakibatkan beberapa rumah warga tempatan retak dan rusak berat.

Salah satu keluhan diungkapkan Herdi Herniawan, yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari proyek dan hanya terpisahkan sisa bangunan rumah yang telah dirobohkan. Dari belakang rumahnya tampak terlihat jelas tumpukan-tumpukan besi serta aktivitas pengerjaan tol.

Dia mengakui, keretakan terjadi di dapur, ruang tengah dan di salah satu kamar. “Bangunan rumah saya sudah ada sejak sebelum tol dibangun. Pak. Sejak ada pembangunan ini rumah saya retak-retak di tembok bagian belakang yang berbatasan dengan area pembangunan,” kata Herdi Herniawan saat ditemui, Senin (11/11/2024).

Lebih lanjut Herdi mengakui kerusakan ini sudah disampaikan ke pihak tol, pihak PUPR Provinsi Riau dan sempat ada respon dengan mendatangi ke rumah dan menjanjikan memberikan kompensasi katanya, tapi sampai hari belum terealisasi.

“Kami sekekuarga sudah takut tinggal dirumah ini karena bergetar retak-retak, bahkan kalau panas kami makan debu kalau hujan kami bermandikan lumpur, ” tegas Herdi mengibaratkan derita yang ia rasakan bersama keluarga.

Ditempat terpisah Humas Dinas PUPR Provinsi Riau Yunianto Syafri ST ketika dikonfirmasi membenarkan ada yang belum direalisasikan pembayarannya, tetapi pihaknya terus berupaya untuk segera mencairkan menjelang akhir tahun ini.

“Ya pak kita terus berusaha rumah atau tanah yang belum dicairkan segera dicairkan dan kita prioritaskan jadi mana-mana terutama yang terdampak akibat pekerjaan fisik akan kita beri percepatan karena memang targetnya mendesak di akhir tahun ini harus cair.” katanya.

Yunianto menambahkan, pihaknya mengecek dulu mana tau ada masalah di surat menyurat kalah ada untuk disempurnakan.

“Kita cek dulu ke tim, biasanya kami kalau ada masalah kita sampaikan kepada yang bersangkutan untuk disempurnakan sejauh ini Pak Herdi dengan NIS 572 itu tidak ada masalah kita akan coba cek nanti.” jelasnya menjanjikan.(buz)

Settia