Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

Jalan Kuansing-Inhu Kian Parah Akibat Truk Batu Bara, Akhir Tahun Ini akan Diaspal

Jalan rusak di Indragiri Hulu, Riau/foto: ist

TELUKKUANTAN, MetroMadani – Kerusakan jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Kuantan Singingi – Inderadi Indragiri Hulu, kian parah akibat truk batu bara.

Menanggapi hal itu, kepala Dinas PUPR Riau, Arief Setiawan mengaku telah menerima laporan terkait rusaknya jalan di Indragiri Hulu hingga ke perbatasan Kuantan Singingi. Menurutnya, tim sedang melakukan perbaikan.

“Untuk ruas Cerenti-Air Molek titik parah di Peranap. Di PU Provinsi ada jalan Simpang Pipa-Peranap yang dilalui batu bara itu 1 KM kita rigid,” ujar Arief.

Arief mengakui kerusakan parah ada di ruas Peranap, Cerenti dan Air Molek. Di jalan tersebut, sudah dilakukan perbaikan jalan sepanjang 3 KM dengan sistem rigid dan aspal.

TERKAIT:  Jalan Disemenisasi, Warga: Terimakasih, Pak Aulia!

“Peranap, Cerenti, Air Molek ada 3 KM. Aspal 1 KM, rigid 2 KM sudah bekerja, sampai Air Molek ada ruas Batu Gajah itu kami kerjakan 1 KM rigid,” katanya dilansir dari detikcom.

Dari ruas itu, jalan rusak juga terjadi di ruas Rengat-Kuala Cenaku. Namun pengerjaan 2 KM aspal dengan posisi semua ruas telah berjalan untuk selanjutnya diaspal.

Semua perbaikan, lanjut Arief, ditargetkan tuntas pada September mendatang. Arief memastikan perbaikan terus berjalan di titik-titik kerusakan.

“September mudah-mudahan selesai ya,” kata Arief.

Sementar itu, seorang warga setempat, Firmandani mengatakan kerusakan parah terjadi pada jalan lintas Peranap-Cerenti. Jalan rusak terparah di Kecamatan Kelayang dan membuat warga kesulitan melintas.

TERKAIT:  Ambruk Dibangun Desa, Box Culvert Bukit Selamat Dibangun Warga

“Paling parah lintas Peranap-Cerenti. Jadi jalan mulai masuk Kecamatan Kelayang parah itu,” kata Firman, Rabu (14/6/2023).

Firman menilai mobil-mobil besar muatan batu bara melintas serentak. Akibatnya, jalanan rusak dan timbul kemacetan pada lintas perbatasan antara Indragii Hulu dan Kuantan Singingi tersebut.

“Mobil besar batu bara fuso, apa tidak dia rusak karena sekali ngantri sampai 20-30 mobil. Setiap hari itu lewat,” imbuh Firman.

Ia pun meminta pemerintah tak tutup mata terkait kondisi tersebut. Dia minta dinas terkait mengambil langkap perbaikan dan solusi untuk mengatasi kerusakan jalan di ruas tersebut (adr).

Settia