PEKANBARU, MetroMadani – Ratusan mahasiswa Universitas Riau (UR) memadati Aula Gedung M Diah FKIP, UR, dalam rangka kegiatan kuliah umum dan bedah buku Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera), Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999, Kamis (30/3/2023).
Kegiatan yang diinisiasi Penerbit Buku Kompas, Yayasan Aldera, bekerja sama dengan UR ini berlangsung menarik dan antusias.
BUku yang ditulis langsung oleh pelaku sejarah era tersebut, Dr Pius Lustrilanang, yang juga anggota VI BPK RI, menginisiasi tentang potret sejarah mengenai gerakan politik kaum muda era 1993-1999 dalam memperjuangkan demokrasi saat itu.
Rektor UR Prof Dr Hj Sri Indarti SE MSi pun berharap hal ini dapat memotivasi kaum muda dalam mengawal konstitusi dan kemajuan negara. Ia juga turut menyampaikan selamat atas terbitnya buku ini.
”Untuk itu, dalam kesempatan ini, kami mengucapkan selamat atas terbitnya buku Aldera. Semoga akan menyusul buku-buku lainnya dari Pak Dr Pius Lustrilanang, yang bermanfaat dan menginspirasi kalangan muda untuk berkiprah secara positif sebagai bagian dari kontribusinya untuk kemajuan negeri ini,” sebut Ibu Rektor itu.
Hadir langsung sebagai keynote speaker, Dr Pius Lutrilanang SIP MSi SA CFRA sekaligus salah satu tokoh utama dalam buku Aldera. Ia menilai mahasiswa Unri sangat antusias dalam kegiatan ini dan juga melek terhadap perkembangan isu sosial dan politik.
Menariknya, saat itu Dr Pius meberikan sejumlah kuis dan pertanyaan kepada mahasiswa yang hadir serta memberi hadiah bagi mahasiswa yang berhasil menjawab kuis yang ia berikan berupa Hp dan voucher belanja.
Ia berharap mahasiswa dapat tertular nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam buku Aldera terutama untuk melindungi demokrasi dan reformasi yang telah diperjuangkan.
”Saya pikir mereka masih mengikuti kondisi sosial dan politik hari ini dan paham juga apa yang dilakukan senior-senior mereka pada zaman dahulu yang berjuang habis-habisan menegakkan demokrasi. Saya harap nilai-nilai kejuangan ini bisa menular kepada mereka,” harap Dr Pius.
Sementara itu bertindak sebagai pembeda saat itu adalah Dr Tito Handoko SIP MSi yang juga dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Unri dan Cecep Suryadi S Ssos ME yang juga dosen sekaligus Komisioner KI Pusat 2017-2022 yang dimoderatori Restira My Syahputri dari Kompas Tv.
Cecep Suryadi yang juga mantan Presiden BEM Unri era reformasi ini menyebut bahwa buku ini secara rinci menjelaskan bagaimana alur pergerakan kaum muda hingga membentuk aliansi demokrasi rakyat (Aldera). Ia menambahkan, Gerakan Aldera menjadi salah satu perstiwa penting sebagai simbol yang mengikatkan rakyat ketika menggulingkan rezim orde baru saat itu.
”Gerakan ini sangat penting karena gerakan itu pada akhirnya memunculkan apa yang kita lihat penguasa, rezim bisa diakhiri,” kata Cecep.
Sementara merujuk pada buku Aldera, menurutnya mahasiswa kini memiliki permasalahan yang berbeda dibandingkan mahasiswa generasi 90-an. Ia melihat perjuangan mahasiswa kini lebih kompleks karena berhadapan dengan perubahan teknologi, globalisasi dan dunia yang sangat kompetititf.
”Sekarang ini lebih kompleks. Perubahan teknologi, globalisasi, hypercompetitive, dan lainnya. Maka mahasiswa harus melakukan gerakan yang lebih baik lagi sesuai dengan tuntutan zaman,” tambah Dr Handoko.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Riau Yulisman SSi, Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Masrul Kasmy MSi dan unsur Forkopimda Riau bersama tamu dan undangan lainnya.(btr)







