TAPUNG, MetroMadani – Tiga tahun pelajaran lamanya berada dalam suasana pendemi covid-19, sehingga membuat banyak sekolah tidak bisa merayakan pelepasan siswanya secara terbuka, baru tahun ini pelepasan siswa terasa ada gregetnya sepertli dulu lagi.
Itu juga dirasakan 200-an lebih siswa kelas IX UPT SMP Negeri 10 Tapung, Kampar, yang melaksanakan pelepasan siswa dengan meriah dan penuh haru dirasakan siswa yang akan berpisah dengan guru serta warga sekolah lainnya, Kamis (25/5/2023).
”Kegiatan anak-anak hari ini cukup meriah dan penuh suasana haru setelah lama rasanya kita tak bisa melaksanakan acara semeriah ini. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada komite sekolah bersama
walimurid yang menaja kegiatan ini,” sebut Kepsek H Nasrun Wagiman SPd didampingi Ketua komite sekolah Sabarudi dan panitia internal sekolah Yusmardi SPsi dan Adlily Diana Fitri SE.
Pihaknya memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang ikut serta mensukseskan kegiatan ini dan tak bisa disebutkan satu persatu.
”Kami juqa sampaikan permohanan maaf kepada wali murid jika selama ini anak-anak Bapak dan Ibu kami didik selama tiga tahun di sekolah ini. Ada Bapak Ibu mendapat laporan anaknya kami jewer dan dimarahi, itu semua tak lepas dari rasa sayang dan cinta guru kepada anaknya di sekolah ini. Begitu juga kepada anak kami kelas IX. Jadikan kemarahan guru selama ini sebagai penyemangat kita dalam belajar,” pesan Kepsek.
Kades Karya Indah Syamsinur dalam kesempatan itu juga menyampaikan kepada seluruh tamu dan undangan serta walimurid bersama tokoh masyarakat yang hadir, bersama-sama memikirkan sekolah ini agar nanti dapat menampung seluruh warga Karya Indah.
”Desa kita ini memiliki tiga SD negeri dan satu SMP dan SMA. Dengan keterbatsan daya tampung yang tak sebanding dengan siswa SD yang tamat, maka ini tugas kita bersama memikirkan. Bagaimana anak-anak kita yang memenuhi syarat tertampung di sekolah ini,” sebut Kades.
Dikatakan Kades, sekolah ini termasuk sekolah terbesar di Kabupaten Kampar, hanya saja pemerintah juga memiliki keterbatasan dalam membangun ruang kelas baru, kalau nanti ada lagi pembangunan harus diarahkan ke atas atau ruang bertingkat.(buz)







