TAMBANG, MetroMadani – Anggota DPD RI Dr Misharti MSi mendukung penuh pendirian sekolah negeri di Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, mengingat pertembuhan penduduk dengan menjamurnya pembangunan perumahan dan luasnya desa yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru itu sudah tak bisa dibendung lagi.
Sebagaimana disampaikan langsung Kepala Desa (Kades) Kualu Darmawan SH saat menghadiri
reses atau penyerapan aspirasi bakal calon Bupati Kampar tersebut di Perumahan Sakinah, kediamanan Sarwan Kelana, tokoh masyarakat setempat, Selasa sore (6/8/2024).
”Hampir tiap tahun ajaran baru saya didemo masyarakat saya, Bu. Sebab anak-anak kita
tiap tahun sudah tak tertampung di SMA Negeri 2 yang ada di Jalan Bupati itu. Daya tampung 380, sementara anak-anak kita yang masuk kesana 800 lebih. Maka kami perlu pembangunan sekolah SMA negeri ini,” ungkap Kades.
Sebab, kalau anak bersekolah ke swasta kebanyakan masyarakat tidak mampu dengan mahalnya biaya pendidikan di sekolah swasta ditengah kesulitan masyarakat saat ini. Maka solusinya pihak desa coba mencari lahan untuk pendirian sekolah.
”Alhamdulilah Buk Dewan, disini ada lahan kebun saqwit mantan Gubernur Riau, Pak Saleh Djasit, dan kami minta agar bisa dihibahkan sedikit untuk pembangunan sekolah ini dan Pak Saleh alhamdulillah bersedia menghibahkan satu hakter lahannya untuk pembangunan SMA Negeri ini, saat ini sedang berlangsaung proses administasi penghibahan,” sebut Kades termuda di Kabupaten Kampar itu.
Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan dukungan penuh anggota DPD RI tersebut yang
dinilai Kades bukan sekali dua kali anak mantan DPD RI almh Hj Maimanh Umar itu
berkunjung ke Desa Kualu tersebut, sudah seperti keluarga sendiri.
Menyambut aspirasi kades dan sejumlah tokoh masyarakat tersebut, Dr Misharti bertekad
akan ikut bersama-sama masyarakat mendorong Pemprov Riau agar mempercepat pendirian
sekolah negeri di desa tersebut.
”Sebab kewenangan SMA ini kan berada di provinsi, maka nanti kita akan dorong Disdik
Riau untuk mempercepat prosesnya, sehingga Pak Wali tak setiap tahun pelajaran baru
didemo warganya. Sementara kapasitas sekolah negeri yang ada sangat terbatas,” jawab
Misharti.
Kesempatan itu Misharti juga menjelaskan saat ini Pemprov Riau juga memberi solusi lewat jalur afirmasi di sekolah swasta bagi anak yang tak tertampung di sekolah negeri yang mana kuotanya disesuiakan dengan permintaan sekolah bersangkutan.(buz)







