PEKANBARU, MetroMadani – Yel-yel “Siapa kita? Anak Indonesia Hebat!” menggema di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah, Sabtu (6/5/2026). Semangat itu menjadi pembuka kegiatan sosialisasi bertema “Bela Negara untuk Generasi Muda” yang diselenggarakan mahasiswa Semester 2 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–17.40 WIB tersebut diikuti puluhan anak panti dengan antusias. Di bawah bimbingan dosen Ripi Hamdani SPd MPd, para mahasiswa berupaya menanamkan nilai-nilai bela negara sejak dini melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.
Ketua Pelaksana, Habib Hadiyatullah, menjelaskan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan perjuangan di medan perang atau mengangkat senjata. Menurutnya, semangat bela negara dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Bela negara bisa dimulai dari belajar dengan sungguh-sungguh, bersikap disiplin, menghormati orang tua dan guru, menjaga persatuan, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya membangun karakter generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air.
Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya, materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami sesuai usia peserta. Acara dipandu oleh Ayu Astuti yang membuka kegiatan dengan berbagai jargon dan permainan interaktif sehingga suasana berlangsung meriah dan penuh semangat.
Dalam pemaparannya, Ayu menekankan pentingnya menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap positif sebagai wujud nyata kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Mau Dian Fernanda yang mengajak peserta memahami tantangan generasi muda di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Generasi muda harus menjadi agen perubahan. Kita perlu menjaga persatuan, menjunjung tinggi toleransi, serta memiliki rasa tanggung jawab dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” katanya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif ketika Daffa Al Fathin Annif mengajak peserta berdialog mengenai penerapan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak panti tampak aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mereka.
Salah seorang peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih memahami bahwa bela negara bisa dilakukan melalui hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut didukung oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Syifa Sayyidina, Latifah Hanum Harahap, Muhammad Rendi Ardiansyah, Yandra Yuda, Lestari Senjaya, dan Zaki Amanda, yang berperan dalam berbagai aspek pelaksanaan dan dokumentasi kegiatan sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMRI berharap nilai-nilai bela negara dapat tertanam dalam diri anak-anak panti asuhan sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Anak-anak membutuhkan dukungan dan motivasi agar tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan membanggakan Indonesia,” ujar tim pelaksana (rls).







