KUALA LUMPUR, MetroMadani – Raja Malaysia memberikan penghargaan “Ikon Ibu Sejati Keluarga” kepada Chee Hoi Lan, perempuan Tionghoa yang membesarkan anak angkatnya, Rohana Abdullah, mengikuti kepercayaan sang anak, Muslim. Pada hal ia sendiri bukanlah seorang muslim.
Rohana sempat ramai menjadi perbincangan publik setelah kisahnya ditelantarkan ibu kandungnya menjadi sorotan media di Malaysia dan Indonesia. Ibu kandung Rohana adalah seorang pekerja imigran asal Indonesia, dan sang ayah warga Malaysia tetapi tidak diketahui keberadaannya.
Kisah Rohana menjadi sorotan terutama oleh Indonesia dan Malaysia.
Raja Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah memberikan penghargaan secara langsung kepada Chee dalam acara perayaan Maulid Nabi Muhammad di World Trade Centre Kuala Lumpur pada Sabtu (9/10/2022).
Chee, perempuan berusia 83 tahun, terpilih menjadi ikon penghargaan tersebut karena rasa cinta dan kasih sayangnya sebagai seorang ibu yang merawat Rohana. Meski bukan pemeluk agama Islam, Chee berusaha membesarkan Rohana tetap sebagai seorang Muslimah.
Rohana, yang kini berusia 22 tahun, dilaporkan ditelantarkan ibu kandungnya, Salimah Osman, saat berusia dua tahun.
Salimah saat itu bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah taman kanak-kanak (TK) di Kuala Lumpur yang merupakan tempat Chee mengajar.
Sempat tidak memiliki kewarganegaraan, Rohana mendapatkan status warga negara Malaysia pada April lalu setelah kasusnya menjadi perhatian Perdana Menteri (PM) Ismail Sabri Yaakob.
Surat pemberian status kewarganegaraan Malaysia pun diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Hamzah Zainuddin kepada Rohana.
Dalam pernyataan pada saat itu, Hamzah menuturkan bahwa Rohana telah sejak lama menantikan status warga negara Malaysia.
“Di atas panggung, dia (Rohana) menangis ketika dia mengatakan bahwa dia sudah lama menunggu keputusan tentang aplikasi kewarganegaraannya,” ungkap Hamzah dilansir The Star.
“Dia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan saya memberi tahu dia bahwa kami memberikan kewarganegaraan kepada individu yang memenuhi syarat,” ujarnya.
Alasan Ibu Rohana Meninggalkan Anaknya
Sementara itu, ibu kandung Rohana Abdullah, Salimah Osman, 52 tahun, mengungkapkan alasannya meninggalkan sang anak saat berusia dua bulan di Malaysia.
Saat menitipkan anaknya, Salimah berpesan kepada Chee Hoi Lan agar membesarkan Rohana sebagai muslim. Dia mengatakan kepada Chee bahwa izin kerjanya telah habis. Ia pun harus kembali ke Indonesia.
Menurut Salimah, saat itu dia tidak punya pilihan karena tidak ingin masuk daftar hitam di Malaysia karena tinggal secara ilegal hingga melebihi batas waktu. Dia pun menyerahkan anaknya untuk dirawat oleh wanita itu.
“Saya tidak punya cara lain. Saat itu, Laoshi (Chee) mengatakan kepada saya bahwa dia bersedia menjaga Rohana karena saya tidak punya orang lain di sini,” ujar Salimah dilaporkan Harian Metro.
“Setelah dipikir-pikir, saya setuju. Meski enggan, saya harus. Yang saya minta adalah tidak pindah agama (anaknya). Itu saja,” jelasnya.
Salimah mengakui, ia sempat kembali ke Malaysia dan merasa lega mengetahui bahwa putrinya dirawat dengan baik. Dia berterima kasih kepada Chee yang telah menggantikan posisinya sebagai ibu selama ini.
“Saya berterima kasih kepada Laoshi karena telah menggantikan saya,” katanya.
Salimah juga mengatakan ingin datang lebih sering ke Malaysia untuk bertemu putrinya.
“Kalau semua sudah selesai, saya akan kembali ke Bandung. Saya tinggal di sana, setidaknya saya tahu masalah anak saya sudah selesai,” ujarnya.







