Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

Persoalan Adat Itu Sangat kompleks

Ketua Umum MKA dan DPH LAMR/foto: dok. lamr

PEKANBARU, MetroMadani – Dalam rangka memberikan pembekalan adat kepada pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) untuk 12 kabupaten dan kota serta LAMR kawasan, yakni Bathin 8 dan 5 Sakai, maka bidang Humas LAM Riau menaja pembekalaan adat dalam bentuk seminar, pemaparan dan diskusi di LAM Riau, 9-11 Desember 2022.

Kegiatan ini langsung dibuka Gubernur Riau Datuk Seri Setia Amanah H Syamsuar pada Jumat (9/12) malamnya sekaligus sebagai pemateri pada sesi pertama, disamping pemateri yang lain dari Polda Riau, korem, Kejati, ketua PT Riau dan perwakilan dari dunia usaha, Kadinda Riau.

‘’Persoalan adat kita hari ini sangatlah kompleks ya, dalam defenisi adat misalnnya, adat itu dapat dipahami sampai menyentuh bagian-bagian dasar kehidupan manusia bahkan dalam KBBI disebutkan bahwa adat sebagai wujud gagasan kebudayaan yang terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum dan itu satu kesatuan,’’ ujar Ketua LAM Riau Datuk Marjohan Yusuf didampingi sekrataris Datuk Taufik Ikram Jamil dalam sembang-sembang pers kepada wartawan, beberapa jam menjelang acara.

TERKAIT:  LAMR Solid, Tak Ada Dualisme

Dikatakannya, ini juga sebagai persiapan menjelang Musyker LAMR pada 27 Desember nanti, misalnya bagaimana restorative justice dan mediasi pengadilan secara berkeadilan dapat diwujudkan di Riau.

Disisi lain masyarakat adat patut mengetahui secara pasti perkembangan dunia usaha dan kesempatan yang memungkinkan dicapai anak-kemenakan.

‘’LAM itu tidak berbisnis tapi harus tetap melek dengan ekonomi. Begitu soal politik umpaya, LAM bukanlah lembaga politik, di LAM sendiri banyak orang-orang tergabung di politik dan harus tahu perkembangan politik terkini, sehingga ini bisa menjadi jembatan anak-kemenakan kita,’’ lanjut datuk.(buz)

Settia