Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

Perda Budaya Melayu, Investasi Masa Depan

PEKANBARU, MetroMadani – Anggota panitia khusus (Pansus) Pemajuan Kebudayaan Melayu DPRD Riau, HM Sumardany Zirnata ST MSc secara masif terus menghimpun berbagai masukan, saran dan pendapat untuk penyempurnaan Rancangan Perda budaya Melayu tersebut.

Pada Ahad malam (30/11/2025), anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Riau itu melakukan sosialisasi draft atau rancangan Perda tersebut di fasum RW 05 Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya.

Ketua RW setempat Bero mengatakan kalau disekitar lingkungannya saat ini banyak terdapat pekerja dan pegiat seni, baik rumah sunting, teater, musik tradisional dan lainnya. Hanya saja situasi demikian tidak diimbangi dengan fasilitas pendukung yang memadai

“Sungguh pun demikian Pak Dewan tidak pula menyurutkan niat mereka untuk berkarya, berlatih ditempat ini dengan fasilitas seadanya,” sebut RW Bero.

Menyikapi pertanyaan tersebut, anggota Komisi I DPRD Riau itu memberikan apresiasi kepada warga RW 02 yang banyak pekerja seni dan sastra dilingkungan sekitar.

“Lingkungan kecil saja sudah bermanfaat, apalagi nanti kalau sudah ditingkat provinsi saat ini sudah menjadi Perda. Ada rumah sunting, teater dan lainnya. Maka perlu ada peraturan, sehingga bisa jalan fungsi anggaran. Kita muda bangunkan fasilitasnya,” jelasnya.

Sumardany juga katakan, suatu saat nanti ketika sumber daya alam tidak ada lagi untuk mendatangkan pendapatan, maka sektor pariwisatalah yang akan menjadi penopang perekonomian anak cucu kelak dan negeri ini nantinya.

Ini sudah ada di daerah lain bahwa sektor budaya lokal mulai menjadi penopang ekonomi masyarakat tempatan, seperti Jateng, Bali dan Jogyakarta. Mereka terlindungi, muda mencari akses kuliner khas mereka punya.

“Kalau semua sumber daya alam kita habis apa yang mesti kita lakukan. Inilah investasi masa depan kita, menjual budaya kita jadi lebih bernilai, baik bahasanya, kulinernya, sejarah, infrastruktur untuk mendatangkan devisa yang menjanjikan,” tambahnya.

Sementara bangsa bangsa Eropa saja terkadang hanya bermodal klaim kebudayaan mereka saja, begitu muda masyarakat mengenalinya. “Apalagi negeri kita yang kaya akan berbagai potensi yang harus digerakkan,” cetusnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengaharapkan masukan yang konstruktif untuk penyempurnaan Ranperda ini, silakan ditambah dan dikurangi serta tulis berbagai masukan itu dalam sebuah kertas yang telah dibagikan.

“Kami juga memiliki batas kemampuan dalam menampung masukan bapak ibu saat ini juga, maka kasi kami saran dan masukan itu juga dengan cara ikuti medsos kami dan disana kita bisa buka ruang diskusi. Apa yang mesti kita dan saya lakukan baik dari pihak terkait maupun masyarakat umumnya,” tutupnya.

Hadir dalam kesempatan itu tiga ketua RT, pegiat seni, ketua masjid, tokoh masyarakat yang tampak silih berganti menyampaikan aspirasinya terkait Ranperda ini bahkan diluar Ranperda pun aspirasi disuarakan.(man)

Settia