TELUKKUANTAN, MetroMadani – Festival Pacu Jalur Tradisional Nasional 2026 resmi dimulai di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (19/8/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto membuka langsung perhelatan budaya yang dijadwalkan berlangsung hingga 23 Agustus 2026 tersebut.
Mengusung tema “Budaya Lestari, Ekonomi Berseri”, Festival Pacu Jalur tahun ini tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan tradisional, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Di hadapan peserta dan masyarakat yang memadati kawasan Tepian Narosa, SF Hariyanto mengatakan Pacu Jalur kini telah berkembang menjadi tradisi yang mendapat perhatian luas, bahkan hingga tingkat internasional.
Namun, menurutnya, meningkatnya popularitas tersebut harus diikuti dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga nilai budaya, lingkungan, serta kualitas penyelenggaraan.
“Popularitas bukanlah garis akhir dari pelestarian tradisi ini. Justru ketika semakin dikenal, tanggung jawab kita untuk menjaganya harus semakin besar,” kata Hariyanto.
Ia menegaskan, Pacu Jalur tidak boleh sekadar menjadi tontonan. Nilai sejarah, filosofi, adat, semangat kebersamaan, hingga kearifan masyarakat Kuantan Singingi harus tetap menjadi bagian penting dari festival.
Karena itu, pemerintah mendorong agar penyelenggaraan Pacu Jalur dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, baik dari sisi teknis, pelayanan kepada pengunjung, maupun aspek pelestarian lingkungan.
“Jangan sampai sungai kita ramai karena Pacu Jalur, tetapi lingkungannya tidak kita jaga. Budaya harus berjalan bersama dengan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Perkuat Promosi ke Penonton Mancanegara
Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi Pemprov Riau tahun ini adalah kehadiran reporter dwibahasa atau bilingual selama rangkaian festival.
Langkah tersebut dinilai penting seiring semakin luasnya perhatian masyarakat luar negeri terhadap Pacu Jalur. Informasi yang disampaikan dalam dua bahasa diharapkan dapat membantu penonton mancanegara memahami Pacu Jalur tidak sebatas sebagai perlombaan perahu tradisional.
“Kita ingin masyarakat dunia tidak hanya melihat kemeriahan Pacu Jalur, tetapi juga lebih memahami sejarah, filosofi, adat, serta nilai kebersamaannya,” kata Hariyanto.
Menurutnya, penguatan narasi budaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkenalkan Kuantan Singingi dan Riau kepada dunia. Dengan demikian, promosi Pacu Jalur tidak berhenti pada visual perlombaan, tetapi turut memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya masyarakat setempat.
Dampak Ekonomi Harus Dirasakan Masyarakat
Di balik kemeriahan festival, Pemprov Riau juga menaruh perhatian pada dampak ekonomi yang dihasilkan selama penyelenggaraan.
Hariyanto menilai keberhasilan Festival Pacu Jalur tidak cukup diukur berdasarkan jumlah penonton atau ramainya arena perlombaan. Ukuran lainnya adalah seberapa besar aktivitas festival mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin UMKM ramai, kuliner bergerak, penginapan terisi, produk masyarakat terjual, dan wisatawan ingin kembali lagi,” tuturnya.
Ia berharap tingginya kunjungan selama festival dapat menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang makanan dan minuman, pelaku UMKM, pengelola penginapan, hingga sektor jasa dan pariwisata.
Dengan begitu, Pacu Jalur diharapkan berkembang sebagai kekuatan budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Pesan Sportivitas untuk Peserta
Menjelang dimulainya perlombaan, SF Hariyanto juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta untuk mengedepankan semangat sportivitas.
Ia mengibaratkan jalur sebagai gambaran kehidupan masyarakat. Sebuah jalur tidak akan mampu melaju maksimal jika para pendayung tidak bergerak dalam irama dan tujuan yang sama.
“Jalur bisa melaju cepat karena semua awaknya kompak. Begitu juga kita. Kalau ingin mencapai tujuan, harus bersama-sama dan saling mendukung,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi gambaran semangat gotong royong yang selama ini melekat kuat dalam tradisi Pacu Jalur.
Menutup sambutannya, Hariyanto mengajak seluruh masyarakat, peserta, panitia, serta wisatawan untuk bersama-sama menjaga tradisi dan lingkungan di sekitar arena perlombaan.
Ia berharap Festival Pacu Jalur Tradisional Nasional 2026 berlangsung aman, tertib dan meriah, sekaligus meninggalkan manfaat jangka panjang bagi pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat Kuantan Singingi.











