KUALAKAMPAR – Pengikisan pantai di Pulau Mendol Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan terus berlangsung. Bahkan, kondisi makin parah, karena sudah mencapai ratusan meter. Hantaman gelombang yang merusak daratan ini terus berlangsung sepanjang tahun. Tak ada kata lain, segera selamatkan kecamatan penghasil kelapa terbesar dan lumbung padi Kabupaten Pelalawan ini dari abrasi. Jawabannya, segera dipasang turab.
‘’Pulau Mendul setiap tahun abrasi bang, Untuk daerah Tanjung Sum kelurahan abrasi sudah mencapai seratusan meter. Sedang untuk daerah Desa Teluk Beringin, Sungai Upih sudah ratusan meter abrasi. Bahkan sudah sampai ke tanggul-tanggul pembatas dengan ladang,’’ungkap salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Kuala Kampar Said Abu Sopian, kepada media ini, Rabu (3/82022).
Karena khawatir semakin parah, apalagi ancaman pasang Keling dan gelombang besar jelang akhir tahun lazimnya, menyampaikan aspirasi masyarakat, masalah ini harus segera diatasi. ‘’Bayangkan saja bang, abrasi dah sampai dekat tanggul ladang padi. Kalau terus air pasang laut dan dihantang gelombang, tanggul jebol. Akhirnya air asin akan merendam padi masyarakat. Kalau kondisi ini terjadi, lumbung padi Pelalawan tinggal cerita saja lagi,’’ujar Said Abu Supian.
‘’Kami berharap sebelum bulan 10 sudah ada langkah nyata dari Pemkab Pelalawan untuk menanggulangi semakin parahnya abrasi. Sebab, kalau sudah bulan 11 (Nopember) dan 12 (Desember) maka pasang pasang besar (Pasang Keling) dan ombak-ombak semakin kuat menghamtam pantai. Tentu makin parah dan harus diselamatkan secepatnya. Salah satunya, ya membuat seawall atau turab,’’harapnya.
Tembok laut lanjut mantan aktivis ini, adalah salah satu bentuk perlindungan kawasan pesisir yang terdampak langsung dengan laut atau proses pantai lainnya. ‘’Tujuan dibangunnya tembok laut adalah untuk melindungi area permukiman penduduk, dari pasang keling dan ombak besar,’’terangnya.
Memang sebut Abu Supian berhembus informasi Pemkab Pelalawan telah mengalokasikan dana dari Dana Bagi Hasil (DBH) untuk pembanguna seawall. Namun, sampai ini belum juga dilaksanakan.
‘’Selamatkan abrasi. Semogs dana DBH proyek tahun ini tuntas.sampai sekarang belum ada kerja.walaupun dah lama siap lelang proyeknya,’’ujarnya sambil menyebutkan berdasarkan informasi yang didapat tahun ini sudah ada 3 paket bahkan sudah dilelang, hanya saja belum dikerjakan.
Sampai berita ini dirilis pihak Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan belum berhasil dikonfirmasi terkait proyek pembangunan turab di daerah terdampak abrasi di Kuala Kampar. (amr)







