Oleh: Amirullah Syahruddin
Pengurus KAHMI Kota Pekanbaru)
MONEY Politik telah menjadi fenomena yang merusak proses demokrasi di Indonesia. Dari calon legislatif, calon kepala daerah, hingga calon presiden, praktik ini mencederai nilai-nilai demokrasi, keadilan, dan integritas. Pertanyaannya, adakah cara yang efektif untuk menghapus tragedi ini?
Jawabannya hanya satu: pemilihan serentak dari presiden hingga bupati, wali kota, dan anggota legislatif, dengan fokus memilih partai, bukan individu.
Mengapa Pemilihan Partai?
Pemilihan berbasis individu telah membuka ruang bagi calon untuk berlomba-lomba “membeli suara.” Dengan pola ini, politik transaksional menjadi norma. Sementara itu, memilih partai akan:
1. Memperkuat Sistem Kepartaian: Partai akan bertanggung jawab atas kader-kadernya, menyiapkan pemimpin yang berkualitas, dan mengurangi fokus pada personal branding calon.
2. Mengurangi Biaya Politik: Kandidat tidak lagi harus menghabiskan dana besar untuk berkampanye pribadi, sehingga memutus mata rantai pembiayaan politik yang sering berujung pada money politik.
3. Mendorong Pendidikan Politik: Masyarakat akan lebih mengenal visi, misi, dan program partai, bukan sekadar janji manis individu.
Pemilu Serentak sebagai Solusi
Dengan menyelenggarakan pemilihan serentak, perhatian publik dan partai akan terpusat pada agenda kolektif, bukan persaingan individu. Seluruh jenjang, dari presiden hingga kepala daerah, akan dipilih secara bersamaan berdasarkan kepercayaan kepada partai, bukan sosok calon.
Langkah ini mungkin membutuhkan perubahan besar dalam sistem pemilu, tetapi jika kita serius ingin membangun demokrasi yang sehat, ini adalah jalan yang harus ditempuh.
Tantangan dan Harapan
Mengubah paradigma pemilu membutuhkan keberanian politik, dukungan masyarakat, dan komitmen dari semua pihak. Namun, jika diterapkan dengan baik, sistem ini dapat menciptakan budaya politik yang lebih sehat dan adil.
Money politik tidak hanya merusak demokrasi, tetapi juga merugikan masyarakat dalam jangka panjang. Pemilu serentak berbasis partai adalah cara paling efektif untuk memutus rantai ini. Karena pada akhirnya, demokrasi yang sehat adalah tanggung jawab kita bersama.
Tulisan ini terinspirasi dari diskusi bersama sekjen KAHMI propinsi Riau.
Bertujuan untuk mencoba menawarkan pandangan yang menginspirasi penyelenggara negara untuk lebih baik.***







