PELALAWAN, MetroMadani – Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), bagian dari Kurikulum Merdeka, kembali menarik untuk diikuti dan dicontoh sekolah lain yang akan dilaksanakan di Kota Dumai pada Rabu, 13 November 2024.
Kali ini, kegiatan P5 di SMKN 1 Bandar Sei Kijang mendapat dukungan penuh dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, yang turut serta memberikan edukasi terkait pelestarian alam dan sumber daya hayati. Kegiatan ini melibatkan siswa dalam pengenalan flora dan fauna lokal, khususnya yang dilindungi, sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Bandar Sei Kijang, Mey Heni Sitompul, dalam wawancara dengan Pekanbaru-Madani menjelaskan bahwa pengetahuan tentang hutan mangrove sangat sesuai dengan salah satu tema P5, yaitu keberlanjutan (sustainable).
Terkait pembiayaan kegiatan ini, Mey Heni meluruskan bahwa sekolah tidak memungut dana untuk kegiatan P5. Dana yang digunakan merupakan hasil kesepakatan bersama antara sekolah, komite, dan orang tua atau wali murid. “Dana yang disepakati berdasarkan hasil rapat sekolah, komite, dan orang tua, karena seperti kita ketahui bersama bahwa setiap kegiatan pastilah membutuhkan dana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mey Heni menambahkan bahwa dana yang disepakati tersebut mencakup berbagai kebutuhan, seperti sewa bus, tiket masuk Taman Hutan Mangrove, tiket masuk pantai, makan siang dan makan malam, serta biaya parkir. Dengan adanya kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan P5 di SMKN 1 Bandar Sei Kijang diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dalam memahami pentingnya pelestarian alam dan Profil Pelajar Pancasila.
Lili Puspita Sari, MM selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Bandar Sei Kijang mengatakan, ini belajar lamsung pada ahli nya, “kita berharap anak-anak mendapatkan lansung pengetahuan dari ahli” ujar Lili.(buz)







