PEKANBARU, MetroMadani – Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menyatakan sangat berperan penting dalam membina dan menyiapkan masyarakat adat bagi generasi muda hari ini dan untuk masa depan. Pasalnya, masa depan dan kebudayaan Melayu itu sendiri berada di tangan generasi muda hari ini, ditangan mereka bakal diwariskan nilai-nilai budaya Melayu untuk pembangunan masa depan negeri.
Hal tersebut secara lugas disampaikan dalam diskusi sembang-sembang pers oleh ketua DPH LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil bersama Datuk Jonnaidi Dasa dan Datuk Saiful Anwar di ruang pertemuan LAM Riau, Jumat (16/12/2022).
Sembang-sembang pers bersama sejumlah wartawan ini juga sekaligus sebagai ungkapan hajat LAM Riau untuk melakukan seminar sehari terkait Sejarah LAM Riau, kenyataan dan masa depan yang digelar, esoknya, Sabtu, dan diikuti tak kurang dari 85 orang mahasiswa se Riau sebagai genarasi Z yang dilahirkan di era tahun 90-an.
‘’kite memang bertekad untuk melakukan upaya pembinaan berkelanjutan bagi generasi mude ini agar mereka melek terhadap budaya Melayu Riau itu sendiri. Maka acara kita ini tidak saja diikuti generasi mude kite tapi juga pengurus LAMR terlibat aktif dalam seminar sehari ini,’’ sebut Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Hal senada juga disampaikan Datuk Saiful Anwar dimana pihaknya sengaja mengundang berbagai Universitas lewat perwakilan BEM mahasiswa sebanyak 10 orang masing-masing ditamban nantinya 5 orang utusan dari Fakultas Ilmu Budaya Unilak.
‘’Dalam seminar sehari ini akan terjawab bagaimana sistem yang dibangun dalam menyiapkan generasi masyarakat adat ini untuk memelihara nilai-nilai budaya Melayu untuk masa depan. Sebab pertanyaan ini cukup banyak disampikan kepada kita dan kita tentu memilki tanggung jawab moril,’’ tambah Datuk Saiful yang merupakan salah seorang generasi potensi masyarakat adat yang setakat ini sudah banyak berkipra dan berkarya pada kebudayaan Melayu Riau ini.
Hadir sebagai pembicara seminar sehari ini, Prof Dr Muchtar Achmad yang membahas keadaaan kebudayaan Melayu dan kemungkinan masa depan, dilanjutkan dengan Fauzi Kadir yang menyebutkan system jaringan kebudayaan kini.
Sementara mantan Ketua DPRD Riau Dr H Chaidir mengupas perpaduan masyarakat dan ditutup oleh Syaukasi Al Karim dengan memaparkan peluang adat dalam kehidupaan berbangsa dan bernegara mutahir.
‘’Seminar ini bakal diawali oleh Datuk Seri OK Nizami Jamil dibentangkana bagaimana awal berdirinya LAMR, kemudian disambut pebentangan materi oleh Datuk Seri Taufik Ikram Jamil yang menandaskan bahwa keberadaan LAMR sebagai suatu niscaya hidup berbangsa dan kecenderungan peradaban dunia,’’ tutup Datuk Jonnaidi Dasa.(buz)













