PEKANBARU, MetroMadani – Sebanyak 896.301 siswa di Riau saat ini telah memiliki rekening pelajar buah dari Gerakan Aksi Menabung Kreasimuda. Program ini telah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2022.
“Pencapaian implementasi Program KEJAR di Provinsi Riau sampai dengan posisi semester I Tahun 2022 sebanyak 896.301 pelajar telah memiliki rekening pelajar dari total jumlah pelajar sebanyak 1.566.375 pelajar atau sudah mencapai 27.22 persen,” ujar Kepala OJK Provinsi Riau Muhammad Lutfi di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (22/08/2022).
Program Kejar Prestasi Generasi Muda Indonesia (Kreasimuda) ini merupakan bagian dari program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Kegiatan in bertujuan untuk menggiatkan kembali para pelajar, mahasiswa, dan pemuda agar gemar menabung pada lembaga keuangan formal.
Program KEJAR menjadi salah satu program unggulan pada seluruh TPKAD yang ada di seluruh Provinsi Riau dengan target 80 persen.
Saat ini, lanjut Lufti, dalam rangka percepatan inklusi keuangan di Riau telah dibentuk tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) Provinsi Riau pada tanggal 13 Oktober 2019.
“TPKAD telah dikukuhkan di 12 kabupaten/kota se-Riau secara serentak pada 26 November 2020,” jelasnya dilansir dari Mediacenter Riau.
Ia juga menjelaskan, selama periode penyelenggaraan program Kreasimuda pada bulan Juli – Agustus 2022, pemerintah daerah, OJK dan perbankan di Riau telah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi program KEJAR pada seluruh sekolah di 12 kabupaten/kota.
Selain itu, pihaknya mengungkapkan bahwa perbankan yang ada di Riau ini juga turut aktif melakukan serangkaian kegiatan Bank Go To School selama periode tersebut.
Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto menjalaskan, melalui budaya menabung sejak dini dapat menciptakan karakteristik dari anak dalam menanamkan hidup hemat. Hal ini agar inklusi keuangan di Indonesia bisa terus meningkatkan dengan baik.
Dikatakan Hariyanto, menabung sejak dini adalah satu di antara langkah untuk mengajarkan literasi keuangan kepada para siswa, mahasiswa, dan pemuda yang ada di Provinsi Riau.
Menurutnya literasi kuangan menjadikan tabungan ilmu yang tidak tergantikan bagi masa depan anak-anak saat ini.
“Tentunya dengan budaya menabung sejak dini ini bisa menanamkan kepada anak-anak kita untuk hidup hemat dan tidak boros. Menyisihkan setiap uang yang dimiliki untuk menggapai cita-citanya,” tutup Hariyanto. (btr)







