Info
MetroMadani.com adalah portal berita, hiburan, dan informasi | tegas | lugas | tepercaya |

16 Desa di Kampar Kiri Bakal Kepung Kantor Gubri

KAMPARKIRI, MetroMadani – Bersempena momentum Hari Jadi Provinsi Riau ke 66 tahun 2023 dan HUT ke 78 RI tahun 2023 ini masyarakat 16 desa Serantau Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, terus menutut keadilan agar 78 Km jalan yang menghubungkan hingga ke Sumatera Barat (Sumbar) tersebut segera diperbaiki.

Bak gayung bersambut, ternyata tahun ini Pemprov Riau berjanji akan membangun jalan Lipat Kain–Lubuk Agung–Batu Sasak-batas Sumbar sepanjang 50,50 Km dengan besar anggaran Rp40 miliar.

”Setelah kami koordinasi dengan dinas PUPR Provinsi Riau dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR, ruas jalan Lipat Kain – Lubuk Agung – Batu Sasak – Batas Sumbar mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui usulan dari pemerintah Provinsi Riau Bapak Gubernur Drs H Syamsuar MSi dengan besat dana Rp40 miliar melalui dana Inpres,” terang Wakil Ketua DPRD Kampar, Repol.

Sungguh pun demikian, masyarakat 16 desa Serantau Kampar Kiri tidak akan menyurutkan niat mereka yang bakal melakukan aksi turun ke kantor gubernur dan DPRD Riau menuntut komitmen Pemprov Riau dalam keseriusannya membangun ruas jalan tersebut yang sudah puluhan tahun tak tersentuh oleh kehadiran negara.

Adapun 16 desa itu adalah Desa Tanjung Mas, Sei Rambai, Sei Raja, Sei Sarik, IV Koto Setingkai, Muaraselaya, Deras Tajak, Tanjung Karang, Batu, Tajak, Desa Lubuk Bigau, Kebun Tinggi, Pangkalan Kape dan Tanjung Permai.

Tokoh masyarakat setempat Amirullah SPd bersama pemuda dan mahasiswa setempat mengaku sudah mengatur rencana dan strategi aksi turun ke ibukota provinsi sebagai bentuk mengawal langkah Pemprov Riau tersebut.

”Kalau benar dana yang Rp40 miliar itu harus tepat sasaran dan kita akan pantau pengerjaannya. Kita tahu itu adalah dana pusat. Kita tentu berterima kasih kepada Pak gubernur. Namun jangan ada yang mengklaim bahwa dana pusat itu atas namanya dan untuk kepentingan politik sesaat,” tegas mantan aktivis 98 ini didampingi Boby Libra selaku Kordum Aksi.

Pihaknya menegaskan kalau itu murni anggaran pusat yang didapat Provinsi Riau untuk pembangunan insfrastruktur jalan ruas Lipat Kain-Lubuk Agung-Batuk Sasak batas Sumbar
.

”Maka kita akan lakukan aksi untuk mengawal hingga dilaksanakan kegiatan itu. Intinya, aksi kita ini bukan untuk dana itu, kita tak mau tahu dananya dari mana. Yang jelas itu harus dibangun bukan hanya cerita. MoU dengan masyarakat langsung
. Karena kabar itu belum kita pastikan apakah benar atau tidak,” jelasnya lagi.(buz)

Settia